Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Jika Rindu

Gambar
Kalau kangen jangan lupa cek blogku – 9 September 2018 Mungkin maksud dari pesan itu adalah dia ingin berpamitan kepadaku. Sebuah pesan untuk selalu menyapa dia melalui tulisan. Ya, sama seperti biasanya pun jika kami jauh maka tulisan menjadi perantara kami untuk berkomunikasi. Namun media yang kami gunakan berbeda. Melalu blog hanya saya yang akan tahu pakah saya sudah mengunjunginya atau belum dan jika saya tidak mengunjunginya pun dia tidak akan sakit hati. Kepulanganmu kali ini mungki berbeda dengan biasanya, sebab kamu tidak akan segera berangkat kembali ke kota ini. Tapi saya mencoba memaknainya dengan berbeda. Saya mencoba untun memberi pengertian kepada diriku sendiri jika kamu hanya pulang seperti biasanya dan kami dapat bertemu kembali. Perjalananmu ke ibu kota bagiku hanya sebatas liburan, seperti kamu hanya pergi keluar kota pada umumnya. Pun denganku yang juga pulang ke rumah beberapa hari sebelum keberangkatanmu. Mungkin Tuhan memang tak mengingikan kita untu...

[Sebelum 2017 Berakhir] Sub Unit Ajaobaki

Gambar
Tulisan ini lebih dulu diposting pada aku instagram saya   Sebelum 2017 berakhir, aku ingin sedikit bercerita tentang pengalaman yang istimewa. Yups, tidak lain dan tidak bukan tentang KKN (telat banget ya (?), bodo amat haha). Ini bukan tentang tim secara keseluruhan (gimana mau ngomongin keseluruhan, kalau buat full tim aja susahnya minta ampun), tapi tentang orang-orang yang hidup bersamaku selama dua bulan. Mereka bukanlah orang-orang yang berasal dari formasi awal, tapi mereka berada di situ karena harus bertahan (menyelesaikan masalah wkwk). Foto-foto ini diupload berdasarkan waktu pengambilan, jadi kalau digeser ke kanan dan kulitnya semakin coklat maka jangan kaget. Full tim sub-unit Ajaobaki Pertama, bapak ketua subunit Denny. Orang yang udah mengajari buat bertahan dengan segala strategi ‘perkecuan’ dan strategi bunglonnya. Orang yang setiap malem punya jadwal telfonan (kayak e Cuma aku aja deh yang gak punya jadwal telfonan L ). Orang yang bisa diandalin ...

Lagi

Lagi dan lagi Untuk kesekian kalinya aku terlalu berharap Tanda ketidak pedulian itu sebenernya sudah ada Tapi aku masih ingin mencoba Dan inilah hasilnya Tidak peduli Mungkin memang harus aku redam semua harapan itu Menguburnya dalam lobang ketidak pastian Menimbun harapan yang jelas tidak akan tercapai itu Tapi aku masih setia berharap Cukup sekian dan ku sudahi di sini Terimakasih

Hujan Sekian Belas Jam (3)

Gambar
Hujan yang turun dari pagi hingga malam mungkin sudah tidak mengejukkanku. Hujan banyak diartikan sebagai rejeki atau berkah bagi sebagian orang. Lalu bagaimana jika hujan turun selama satu hari? Bukan dari pagi hingga sore atau malam tapi dari pagi sampai pagi lalu bertemu pagi lagi. Mungkin bakal banyak orang yang jengkel karena aktivitas mereka terganggu. Begitupun denganku saat hujan turun dari pagi hingga pagi selama beberapa hari. Semua aktivitas terasa lumpuh dan tidak ada satu halpun yang dapat dilakukan selain berkutat di dalam rumah. Seperti itulah awal kedatanganku di lokasi KKN, sore itu hujan turun rintik-rintik, tidak begitu deras tapi cukup untuk sekedar membuat bajumu basah saat berjalan. Berharap esok akan bertemu matahari addalah doa yang selalu diucap setiap dari kami selama hampir satu pekan. Memang hujan tidak turun sederas hari ini, tapi efek yang ditimbulkan bisa berkali-kali lebih malas dari hari ini. Setelah dua hari berdiam diri di rumah, akhirnya kami...