Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekitarku

Seperempat Krisis (Kehidupan) : Pasangan dan Komitmen

Satu per satu kawan-kawan sudah mulai memantapkan diri untuk berkomitmen dengan seseorang. Foto demi foto terunggah secara bergantian setiap hari. Mereka berdandan dengan maksimal, wajah tersenyum bahagia, aku pun turut berbahagia untu kalian. Aku percaya fase hidup setiap orang berbeda. Mereka pasti memiliki pertimbangan dan perencanaan sendiri. Jika dalam tulisanku ini ada perasaan iri, tidak suka, ataupun kritk yang kurang dapat kalian terima, aku meminta maaf sebelumnya. Oke, kembali pada masalah komitmen. Bagiku pribadi, tunangan/lamaran atau apapun istilahnya itu adalah hak setiap orang. Akan tetapi aku kurang setuju, jika seseorang memilih untuk melanjutkan ke jenjang tersebuh hanya karena tekanan. Aku pribadi mungkin juga sudah mulai ditekan pada saat ini. Namun, aku tetap pada pendirianku, bahwa ada beberapa hal yang harus selesai untuk disepakati terlebih dahulu sebelum melanjutkan untuk berkomitmen. Secara sederhananya, aku harus selesai dengan diriku terlebi...

Sebuah Percakapan

Suatu ketika sedang duduk bersama beberapa orang. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa banyak dokumentasi kebudayaan kita (re: kebudayaan Blitar) yg ada di luar negeri (re: Belanda). Satu yang lainnya menanggapi dan seolah menyalahkan masyarakat Indonesia yang tidak mau menjaga kebudayaan tersebut. Dalam hati aku ingin membantah dan marah. Menurutku presepsinya harus diubah. Jika bukan karena dokumentasi yang telah dilakukan oleh pihak kolonial (Belanda), mungkin saja saat ini sudah banyak kebudayaan kita yang hilang tidak dapat dipelajari kembali. Memang akses untuk menggunakan dokumen tersebut tidak mudah. Sebab siempunya juga memiliki hak akan karya itu. Dulu aku juga marah ketika mendengar dari siaran berita atau apapun, jika arsip/penyimpanan/dokumen kita ada di negara orang. Tapi apakah kita sudah siap merawat, menjaga, dan mengembangkan segala rekam kekayaan masa lalu itu jika ada di sini? Bukankah masih banyak arca-arca peninggalan yang jatuh ke pihak swasta dan menjadi m...

Senja

Gambar
Kuintip senja sore ini dari kaca motor Mungkin dia lebih indah dari senja kemarin sore Takku amati dia dengan seksama Waktu membuatku harus segera memutar gas lebih kuat Putri Tidur dan Kelut terlihat gagah sore ini Mereka di selimut kabut tipis Dingin mulai aku rasa saat masih beberapa kilo dari rumah Menyapa kembali kehidupan di lembah gunung Keterangan Foto dimabdi di Pantai Parangtritis pada 29 Mei 2018 Tulisan dibuat pada 30 Mei 2018

Dewasa

Dewasa, seperti apa sih definisi dewasa menurut kalian? Menurutku kalau hanya berdasarkan KTP yang telah kalian pegang itu masih belum pas (atau apa ya kek belum mantep). Akan tetapi ini hanya pendapatku saja, kalian boleh memiliki pendapat yang beda. Dewasa menururtku itu adalah saat dimana kamu sudah (sering dimintai) tanda tangan atau diberi kuasa akan aset yang berharga. Mengurus keperluan administrasi ke kantor-kantor pemerintahan atau pihak yang berwajib seorang diri. Lalu kamu akan menemukan beberapa kejanggalan akan sistem birokrasi. Dewasa terkadang menjadi sangat menyebalkan dan melelahkan. Dimana sering kali ingin beristirahat tapi tak dapat, ingin bercerita namun semua juga telah lelah dengan permasalahnya. Dewasa pada akhirnya memaksamu untuk mengambil sebuah keputusan (yang mungkin) tanpa kamu diskusikan dengan orang terdekatmu. Dewasa oh dewasa, semua keputusanmu harus menjadi pertanggung jawabanmu.

Sebulan di Rumah Sakit

Gambar
Senyaman apapun tinggal di rumah sakit tentu tidaklah enak. Pengalaman tinggal satu bulan di rumah sakit membuatku sadar bahwa harga dari sebuah sehat itu sangat mahal. Tahun lalu aku semepat diopname selama empat hari karena demam berdarah. Empat hari dirawat sudah seperti waktu yang lama. Namun kali ini aku haru tinggal di rumah sakit ntah sampai kapan. Pukul dua belas malam lewat sekian menit aku kami akhirnya sampai di ruang rawat inap. Hari itu hari minggu,aku masih mengingatnya. Separah apapun pasien jika masih di IGD maka mereka harus menunggu selama kurang lebih dua jam. Malam itu IGD sedang sepi hanya ada beberapa pasien. Aku yang tidak tahu rumah sakit ini merasa sedikit takut. Bangunan rawat inap dan ruangan IGD terpisah oleh lapangan titik kumpul. Dimana kedua ruangan itu dihubungkan oleh lorong panjang dan menanjak. Sebab ruang rawat inap terdiri dari dua lantai (sebenarnya ini masih dalam proses pembangunan lantai selanjutnya). Ya, malam itu ruang rawat inap berad...

Kabar itu

Sore itu Jogja sedang diguyur hujan yang sangat deras. Awan hitam sudah menggantung sejak beberapa jam sebelumnya. Antara niat untuk pergi berbelanja dan tidak, lalu akhirnya ku putuskan untuk pergi juga bersama seorang kawan. Hujan cukup deras menahan kami untuk bergegas pulang. Sampai akhirnya menjelang adzan magrib kami baru memutuskan untuk pulang, ditemani rintik hujan yang sudah mulai berkurang. Ku masak bahan-bahan yang aku beli tadi. Belum sampai matang semua bahan yang aku masak, bunyi ponsel terdengar nyaring. Entah apa yang mendorongku untuk membawa ponsel ke dapur sore itu. Padahal aku tidak biasa membawa ponsel ke dapur. Sejak pertama aku menginjakkan kaki di kota ini sudah aku persiapan jika suatu saat harus mendapat telfon seperti ini. Ya, sejak empat tahun yang lalu aku sudah sangat siap ketika harus mendapat kabar yang memintaku untuk pulang secara mendadak. Hujan masih turun setelah aku menyelesaikan telfon yang aku terima. Segera aku selesaikan memasakku ...

Satu Hari Nanti (Film)

Gambar
Gegara mati lampu dari jam setengah tujuh dan baru nyala sejam kemudian, lalu gak tau mau ngapain. Akhirnya diputuskan untuk menulis ini aja. Jadi, aku nonton film ini udah sebulan yang lalu (telat banget ya nulisnya, bodo amat). Aku nonton film ini awalnya penasaran kenapa genre yang diambil adalah D21+. Meskipun udah baca dibeberapa beritan dan interview sutradara sama Radit ( Shooting Di Indonesia VS Luar Negeri ), tapi tetep penasaran. Pertama kali baca ulasannya dari RappleID (Link), lalu nyari jadwal bioskopnya di Jogja yang ternyata cuma tayang di Jwalk, karena gak langsung nonton gara-gara males jauh. Akhirnya deh nontonya malah di Solo (tambah jauh ya wkwk), dari pada nyesel penasaran gak pernah nonton, itung-itung sambil jalan-jalan. --- Sumber gambar Aku baru sadar sama tulisan di bawahnya itu 'Cinta Itu Perjalanan'   Oke, jadi film ini judulnya ‘ Satu Hari Nanti’ dengan lokasi Swiss. Udah banyak sih film dengan latar luar negeri, tapi ntah kenapa...