Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perjalanan Seorang Diri

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (Sebuah Opiniku)

Gambar
     Kepingin nonton film ini karena video musik dari lagu Bercinta Lewat Kata-Kata.  Aku bukan tipe orang yang mengidolakan artis lalu terus menikmati karyanya. Kebetulan aku suka dengan akting Ringgo di beberapa film dan klip video begitupun dengan Nirina. Setelah mencari tahu ternyata Donne itu suami dari Yura Yunita. Dan Yura juga ada sebuah lagu yang menjadi lanjutan dari cerita video musik ini.     Setelah mencari tahu lebih dalam, film ini ternyata beda dari film-film umumnya. Semakin tertarik lah aku. Nonton wawancara di sana sini, tapi filmnya gak langsung dapat layar di Blitar. Agaks segera sedih sih. Untungnya setelah nunggu dua minggu akhirnya ada layar juga. Cus segera berangkat nonton.      Film ini tu secara sederhana menceritakan seorang penulis naskah yang akan membuat film dari kisahnya. Ada beberapa scene yang diambil dari scene sebelumnya untuk menceritakan kembali alur cerita. Pada bagian-bagian itu mungkin penonton akan ...

Perjalanan Tiga Bulan Ini

Gambar
Tuhan itu punya caranya sendiri untuk menyayangi umat-Nya Dia memelukmu dalam dekap kasih Melindungimu dalam setiap langkah kaki Serta membimbingmu dalam setiap keputusan yang kamu buat Tangan-tangan pertolongan hadir ketika kamu membutuhkan Dari segala arah yang mungkin tidak kamu duga Perjalanan kurang lebih tiga bulan ini telah melengkapi pengalaman yang aku miliki 3 minggu di Jogja, 1 minggu di Blitar Ini adalah keputusan yang aku buat tanpa lepas dari campur tanganmu

Jogja Mulai Macet

Gambar
Musim liburan masih belum berakhir pada saat ini. Ujian mandiri sebagai jalur seleksi terakhir di UGM diselenggarakan hari ini. Biasanya gedung-gedung dilingkungan UGM digunakan untuk seleksi klaster Saintek, Medika, dan Agro, sedangkan klaster Soshum umumnya dilangsungkan di luar kampus UGM namun masih dalam lingkup Jogja. Pagi ini aku berniat ke pasar minggu yang ada di sekitaran UGM. Akan tetapi saat aku sampai di dekat lokasinya kok malah sepi dan tidak ada tanda-tanda terdapat pasar minggu. Setelah aku mencari informasinya di Twitter memang hari ini pasar minggu ditiadakan. Singkat cerita aku akhirnya ke kos seorang kawan hingga jam satu siang lebih. Saat akan menuju pemberhentian Trans Jogja yang terdekat, betapa aku terkejut melihat jalan raya di depan gang. Antrian kendaraan di simpang empat sungguh padat. Mobil dan motor masih dapat melewati lampu merah meski dengan kecepatan yang rendah. Saat aku sudah di dalam Trans Jogja, apa yang terjadi? Trans Jogja yang a...

Kabar itu

Sore itu Jogja sedang diguyur hujan yang sangat deras. Awan hitam sudah menggantung sejak beberapa jam sebelumnya. Antara niat untuk pergi berbelanja dan tidak, lalu akhirnya ku putuskan untuk pergi juga bersama seorang kawan. Hujan cukup deras menahan kami untuk bergegas pulang. Sampai akhirnya menjelang adzan magrib kami baru memutuskan untuk pulang, ditemani rintik hujan yang sudah mulai berkurang. Ku masak bahan-bahan yang aku beli tadi. Belum sampai matang semua bahan yang aku masak, bunyi ponsel terdengar nyaring. Entah apa yang mendorongku untuk membawa ponsel ke dapur sore itu. Padahal aku tidak biasa membawa ponsel ke dapur. Sejak pertama aku menginjakkan kaki di kota ini sudah aku persiapan jika suatu saat harus mendapat telfon seperti ini. Ya, sejak empat tahun yang lalu aku sudah sangat siap ketika harus mendapat kabar yang memintaku untuk pulang secara mendadak. Hujan masih turun setelah aku menyelesaikan telfon yang aku terima. Segera aku selesaikan memasakku ...

Satu Hari Nanti (Film)

Gambar
Gegara mati lampu dari jam setengah tujuh dan baru nyala sejam kemudian, lalu gak tau mau ngapain. Akhirnya diputuskan untuk menulis ini aja. Jadi, aku nonton film ini udah sebulan yang lalu (telat banget ya nulisnya, bodo amat). Aku nonton film ini awalnya penasaran kenapa genre yang diambil adalah D21+. Meskipun udah baca dibeberapa beritan dan interview sutradara sama Radit ( Shooting Di Indonesia VS Luar Negeri ), tapi tetep penasaran. Pertama kali baca ulasannya dari RappleID (Link), lalu nyari jadwal bioskopnya di Jogja yang ternyata cuma tayang di Jwalk, karena gak langsung nonton gara-gara males jauh. Akhirnya deh nontonya malah di Solo (tambah jauh ya wkwk), dari pada nyesel penasaran gak pernah nonton, itung-itung sambil jalan-jalan. --- Sumber gambar Aku baru sadar sama tulisan di bawahnya itu 'Cinta Itu Perjalanan'   Oke, jadi film ini judulnya ‘ Satu Hari Nanti’ dengan lokasi Swiss. Udah banyak sih film dengan latar luar negeri, tapi ntah kenapa...

Kurang Dari 24 Jam Di Solo (2)

Gambar
Stasiun Purwosari Esoknya berusaha ngejar kereta prameks jadwal keberangkatan ke dua tapi tetep gak ngejar (ya iyalah lawong sampai stasiun udah tiga puluh menit sebelum brangkat). Aku gak kecewa, sebab peron stasiun adalah tempat yang menyenangkan. Nunggu kreta lagi dari jam tujuh sampe sembilan lewat seperempat. Kali ini aku berangkat dari stasiun Purwosari. Gila, tempat duduk buat ruang tunggunya banyak banget, dari barat sampe timur. Sayangnya di dalam area stasiun yang udah bagian ruang tunggu egak ada minimarket ataupun yang jualan. Kedai Roti’O pun berada di luar area cek in. Kalau kita mau beli sesuatu harus lewat pintu keluar dulu baru nanti masuk lagi lewat pintu cek in. Untung sih muternya egak sejauh Stasiun Tugu hahaha.  Ruang tunggu diambil dari sisi barat Nunggu dua jam di stasiun bukanlah sesuatu yang buruk buatku, karena aku jadi tahu kalau ada kreta jurusan Wonogiri dan kretanya cukup bagus (menurutku sih, hibah dari jepang mungkin). Kreta ini lar...