Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tulisanku

Pola lama yang muncul lagi

 Seperti berada di dua sandra. Melangkah ke kanan kamu akan tersakiti, melangkah ke kiri akan tersakiti. Lalu dimana aku harus berada? Saat sang empunya tanggung jawab berusaha melimpahkan bebannya pada yang lain. Seolah cuci tangan tidak ingin terlibat. Apa baru sekali? Oh tidak, ini seperti berpola, akan kembali terulang saat situasi semacam ini datang lagi. Sejatinya apa yang dia inginkan? Saat orang terdekat mengingatkan untuk sedikit menahan diri, dia dengan angannya terus maju. Saat jurang telah di depan, dia berhenti dan menyuruh yang lain berjalan lebih dulu. Lalu dimana ujung dari ini semua?

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (Sebuah Opiniku)

Gambar
     Kepingin nonton film ini karena video musik dari lagu Bercinta Lewat Kata-Kata.  Aku bukan tipe orang yang mengidolakan artis lalu terus menikmati karyanya. Kebetulan aku suka dengan akting Ringgo di beberapa film dan klip video begitupun dengan Nirina. Setelah mencari tahu ternyata Donne itu suami dari Yura Yunita. Dan Yura juga ada sebuah lagu yang menjadi lanjutan dari cerita video musik ini.     Setelah mencari tahu lebih dalam, film ini ternyata beda dari film-film umumnya. Semakin tertarik lah aku. Nonton wawancara di sana sini, tapi filmnya gak langsung dapat layar di Blitar. Agaks segera sedih sih. Untungnya setelah nunggu dua minggu akhirnya ada layar juga. Cus segera berangkat nonton.      Film ini tu secara sederhana menceritakan seorang penulis naskah yang akan membuat film dari kisahnya. Ada beberapa scene yang diambil dari scene sebelumnya untuk menceritakan kembali alur cerita. Pada bagian-bagian itu mungkin penonton akan ...

Seseorang yang Aku Rindu (Hari 16)

      Setengah bulan Desember sudah berjalan. Hari ini temanya tentang seseorang yang aku rindu. Rindu rindu rindu... sedang mencari siapa yang aku rindukan, menggali memori orang-orang yang mungkin sudah aku lupa. Bolehkah aku merindukan diriku yang dulu? Diriku yang dapat menjalani apapun tanpa takut, berani begini dan begitu. Berani ke sana ke mari. Aku rindu menikmati momen bersama tanpa memikirkan hal lain. Menikmati saat ini kini di sini. Ini mungkin akan merujuk pada seseorang, tapi siapa dia, aku tak tahu. Ada banyak waktu yang ku lewati.     Duduk sendiri di TransJogja, atau kereta Malabar tujuan Wlingi di tengah malam, atau berjalan di sepanjang jalan Malioboro baik itu pagi atau malam. Mengitari toko buku tanpa tahu akan membeli apa. Naik turun eskalator untuk memutari sebuah mall. Mengendarai sepeda motor di dalam kota atau di pegunungan berkelok.     Nanti anakku akan aku kenalkan pada hal-hal itu. Terkadang berjalan tanpa tujuan itu tak a...

Buku Favoritku (Hari 13)

     Sudah tanggal 13 Desember, semakin dekat dengan awal tahun 2024. Kali ini aku akan membahas tentang buku favoritku. Buku novel pertama yang membuatku menyukai karya-karya fiksi adalah Winter in Tokyo  karya Ilana Tan. Ilana Tan bukan seorang penulis yang banyak dikenali orang. Serta sosok seperti apa dia tidak ada yang tahu. Winten in Tokyo bukan novel pertamanya, tapi buku itu yang pertama aku temukan. Sejak kecil aku memang menyukai Negara Jepang, segala kebudayaan tentang Jepang sangat menarik minatku hingga hari ini. Ketika membaca kata Tokyo sebagai judul, tanpa pikir panjang aku langsung mengambil buku itu. Tanpa banyak bayangan isi buku tentang apa. Tidak salah aku langsung menyukai alur cerita novel tersebut. Lalu aku mencari buku lain karyanya.     Aku tidak ingat secara pasti setelahnya aku langsung mendapatkan dua buku yang lain atau membeli secara bergantian. Untuk seri yang keempat aku itu di tahun 2013 dan saat itu internet sudah mulai bi...

Serial TV Favorit (Hari 12)

      Bukan, bukan sengaja mau menulis ditanggal gena saja. Akan tetapi kemarin memang sedikit kurang enak badan, jadi kelupaan. Tantangan hari ini adalah serial TV favorit. Sejak kecil aku memang kurang menyukai acara-acara tv di waktu sore. Jika ditanya acara tv favoritku mungkin akan aku jawab Leptop Si Unyil, lalu serial Talk Show Kick Andy, dan mungkin beberapa cara talk show yang lain.     Seperti kebanyakan keluarga Indonesia lainnya, karena sedari kecil sering dilarang menonton tv di jam-jam sore. Kalau hari minggu kartun anak-anak akan tetap jadi favorit. Acara yang masih aku tonton hingga hari ini dan tidak bosan adalah Doraemon. Acara-acara yang mengenai liputan alam dan kebudayaan juga bisa membuatku bertahan duduk untuk menonton.     Saat ini semakin banyak acara tv, tapi masih jarang menemukan acara anak yang 'aman'. Ada satu statiun yang menurutku ramah anak, namaya Mentari TV. Meski acara-acara itu bisa diakses di Youtube bagiku cukup m...

Teman Terbaikku (Hari 10)

     Kemarin tidak sempat menulis di sini, sebab aku sedang kurang enak badan. Jadi hari ini langsung ke tantangan hari ke 10. Tentang teman terbaikku. Mungkin aku punya dua orang teman dekat yang aku temukan di rentang hidup yang berbeda. Meskipun saat ini tidak setiap hari mengobrol/bertukar pesan, tapi bagiku mereka adalah orang-orang yang sangat berharga untukku.     Dia yang pertama adalah orang yang aku temukan saat aku SMP. Aku tidak ingat secara pasti bagaimana perkenalan kami, tapi saat itu aku duduk sebangku dengannya. Pada suatu hari kelas kami di acak, tapi kami masih tetap di satu kelas yang sama hingga lulus. Ya, kami tetap satu bangku. Persahabatan kami terbangun karena saat pulang sekolah kami pulang bersama. Dari naik angkot di depan sekolaha, naik angkutan menuju rumah itu terjadi setiap hari. Saat menunggu angkutan itulah kami saling bertukar cerita. Ketika SMA kami masih satu sekolahan tapi berbeda kelas. Pulang pun masih bersama. namun seiri...

Kekuatan Musik (Hari 8)

       Hari ini aku akan menuliskan tentang kekuatan musik. Musik adalah bahasa yang universal menurutku. Meski kita tidak paham akan liriknya, tapi kita dapat merasakan 'rasa' yang ingin disampaikan. Kalau kata suamiku aku terlalu sering mendengarkan lagu sendu, akibatnya hidupku sendu ahahahaha. Ya, aku memang menyukai lagu-lagu dengan tempo pelan. Lagu-lagu dari Tulus, Yura, Fiersa Besari, Amigdala, dan beberapa penyanyi yang bernuansa serupa.     Musik, lagu itu memang dapat memberikan semangat atau mengambil kembali kenangan yang kita miliki. Sewaktu video musik lagu Pamit dikeluarkan, aku hampir setiap hari memutarnya. Nuansa salju putih serta kesan dingin yang ditampilkan seolah mampu mendinginkan isi kepalaku kala itu yang sedang menghadapi tugas-tugas kuliah.     Awal mengenal Fiersa Besari itu dari Sebuah Jurnal atau bukunya aku lupa. Ada beberapa lagu yang rasanya saat itu 'aku banget'. Di buku Konspirasi Alam Semesta yang dilengkapi de...

Konsisten

Gambar
     Pada postingan sebelum ini aku ingin menulis setiap hari di sini. Tapi apa yang aku temukan, anakku sakit di keesokan harinya. Semangat untuk menulis pun tak ada. Aku sendiri juga sedikit kecapean (mungkin).     Secara tak sengaja tadi siang aku menemukan sebuah daftar tantangan menulis dari Pinterest. Sekilas rasanya menantang juga, dan aku jadi punya tujuan mau menulis apa. Kenapa egak dari kemarin-kemarin saja aku cari ide dari sana hehehe. Mari kita coba mengikuti daftar yang ada. Mari memulai dengan daftar ini      Karena hari ini sudah tanggal 7, maka langsung saja dengan tantangan di tanggal 7. Tentang film favorit. Di blog ini aku pernah menuliskan tiga film yang menurutku menarik. Dua film Indonesia dan satu film Korea. Aku sudah lama sekali tidak pergi ke bisokop semenjak Corona. Film yang aku tonton setelah Corona adalah Petualangan Sherina 2. Bagiku yang kurang menyukai film musikal, sedikit kurang menarik, meski bisa dinikmati. K...

Desember 23

      Selamat datang Bulan Desember, selamat bertemu kembali dengan berbagai resolusi-resolusi (baru). Gegap gempita harapan baru, daftar kebiasan baru yang diingikan, dan berbagai hal yang akan menjadi agenda ditahun depan. Berapa persen yang akan terlaksana? Tidak tahu.          Sama, sama seperti keinginan untuk memulai kembali membuat catatan di sini. Tidak pasti, dan tentunya konsistensi yang tidak menentu. Keinginan untuk segera memulai selalu ada, tapi aksi nyata yang terlalu sulit untuk dimulai. Hari ini 1 Desember 23, apakah ini juga bagian awal untuk memulai konsistensi yang baru? tidak tahu. Kebetulan saja aku memiliki waktu tanpa diganggu, serta mau memencet keyboard ini.     Akan berapa lama rutinitas ini dilaksanakan? entalah. Terlalu banyak hal yang inigin dituliskan, meski sadar mungkin tak ada yang akan membaca. Sadar jika media ini bukan media yang populer saat ini.      Terima kasih untuk siapa pun ...

Sedikit Kilas Balik

Gambar
Circa 6 tahun yang lalu saat Davit menjemput ke rumah untuk ke Brak 4 (re: papat). Bukan untuk kencan, tapi menunggu kawan-kawan turun dari puncak. Setelah menikah candaan 'kenapa gak dari dulu (saat itu) aja ya kita pacaran.' Aku pun sering kali menimpali dengan bercanda juga, 'kalau pun iya waktu itu pacaran, belum tentu kita akan berada di titik ini, saat ini.' Semesta sedang memberi tempaan sedikit lebih lama untuk kami berdua pada saat itu. Memberi kesempatan kepada kami untuk bertumbuh dan bertemu kembali pada saat yang tepat. Saat itu kamera ponsel belum secanggih saat ini dan kualitas yang masih rendah. Tak ada foto kami berdua, hanya swafotoku. Demi memastikan ingatanku akan perjalanan saat itu, aku mencari berbagai folder yang berisi foto-foto, berharap menemukan wajah kami berdua dalam satu bingkai. Namun apalah daya, tak ku temukan. Demi memuaskan keinginanku, ku ajak kamu ke sana kembali. Sembari melatih tubuh ini untuk berjalan kaki. Akan tetapi kabut tipi...

Seperempat Krisis (Kehidupan) : Pasangan dan Komitmen

Satu per satu kawan-kawan sudah mulai memantapkan diri untuk berkomitmen dengan seseorang. Foto demi foto terunggah secara bergantian setiap hari. Mereka berdandan dengan maksimal, wajah tersenyum bahagia, aku pun turut berbahagia untu kalian. Aku percaya fase hidup setiap orang berbeda. Mereka pasti memiliki pertimbangan dan perencanaan sendiri. Jika dalam tulisanku ini ada perasaan iri, tidak suka, ataupun kritk yang kurang dapat kalian terima, aku meminta maaf sebelumnya. Oke, kembali pada masalah komitmen. Bagiku pribadi, tunangan/lamaran atau apapun istilahnya itu adalah hak setiap orang. Akan tetapi aku kurang setuju, jika seseorang memilih untuk melanjutkan ke jenjang tersebuh hanya karena tekanan. Aku pribadi mungkin juga sudah mulai ditekan pada saat ini. Namun, aku tetap pada pendirianku, bahwa ada beberapa hal yang harus selesai untuk disepakati terlebih dahulu sebelum melanjutkan untuk berkomitmen. Secara sederhananya, aku harus selesai dengan diriku terlebi...

Sebuah Percakapan

Suatu ketika sedang duduk bersama beberapa orang. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa banyak dokumentasi kebudayaan kita (re: kebudayaan Blitar) yg ada di luar negeri (re: Belanda). Satu yang lainnya menanggapi dan seolah menyalahkan masyarakat Indonesia yang tidak mau menjaga kebudayaan tersebut. Dalam hati aku ingin membantah dan marah. Menurutku presepsinya harus diubah. Jika bukan karena dokumentasi yang telah dilakukan oleh pihak kolonial (Belanda), mungkin saja saat ini sudah banyak kebudayaan kita yang hilang tidak dapat dipelajari kembali. Memang akses untuk menggunakan dokumen tersebut tidak mudah. Sebab siempunya juga memiliki hak akan karya itu. Dulu aku juga marah ketika mendengar dari siaran berita atau apapun, jika arsip/penyimpanan/dokumen kita ada di negara orang. Tapi apakah kita sudah siap merawat, menjaga, dan mengembangkan segala rekam kekayaan masa lalu itu jika ada di sini? Bukankah masih banyak arca-arca peninggalan yang jatuh ke pihak swasta dan menjadi m...

Perjalanan Tiga Bulan Ini

Gambar
Tuhan itu punya caranya sendiri untuk menyayangi umat-Nya Dia memelukmu dalam dekap kasih Melindungimu dalam setiap langkah kaki Serta membimbingmu dalam setiap keputusan yang kamu buat Tangan-tangan pertolongan hadir ketika kamu membutuhkan Dari segala arah yang mungkin tidak kamu duga Perjalanan kurang lebih tiga bulan ini telah melengkapi pengalaman yang aku miliki 3 minggu di Jogja, 1 minggu di Blitar Ini adalah keputusan yang aku buat tanpa lepas dari campur tanganmu

Kata ‘Saya’ dan ‘Aku’

Beberapa tulisan terakhir saya di blog ini mungkin ada yang saya menggunakan kata ‘aku’ dan mungin beberapa ada yang menggunakan kata ‘saya’. Secara berlahan saya ingin konsisten untuk menggunakan kata ‘saya’. Melalui blog ini saya ingin belajar untuk membuat bahasa tulis yang formal tapi tidak kaku. Hal itu terinspirasi dari beberapa tulisan yang dibuat oleh Fiersa Besari ataupun beberapa penulis lain yang karyanya sempat saya baca. Fiersa Besari meskipun hanya menulis di media sosial tetapi tetap memiliki gaya bahasa yang formal. Dia sempat membahasnya di InstaStory beberapa saat yang lalu. Kenapa saya memilih belajar pembiasaan tersebut di sini? Sebab dalam keseharian lingkungan saya lebih banyak menggunakan kata ‘aku’. Saya besar dan tinggal hingga saat ini di lingkungan Jawa, sehingga hal itu menjadi wajar. Akan tetapi ketika saya berkunjung ke luar Pulau Jawa, terkadang saya menjadi sedikit merasa tidak nyaman ketika berbicara menggunakan kata ‘aku’. Entah kenapa ada s...

Jika Rindu

Gambar
Kalau kangen jangan lupa cek blogku – 9 September 2018 Mungkin maksud dari pesan itu adalah dia ingin berpamitan kepadaku. Sebuah pesan untuk selalu menyapa dia melalui tulisan. Ya, sama seperti biasanya pun jika kami jauh maka tulisan menjadi perantara kami untuk berkomunikasi. Namun media yang kami gunakan berbeda. Melalu blog hanya saya yang akan tahu pakah saya sudah mengunjunginya atau belum dan jika saya tidak mengunjunginya pun dia tidak akan sakit hati. Kepulanganmu kali ini mungki berbeda dengan biasanya, sebab kamu tidak akan segera berangkat kembali ke kota ini. Tapi saya mencoba memaknainya dengan berbeda. Saya mencoba untun memberi pengertian kepada diriku sendiri jika kamu hanya pulang seperti biasanya dan kami dapat bertemu kembali. Perjalananmu ke ibu kota bagiku hanya sebatas liburan, seperti kamu hanya pergi keluar kota pada umumnya. Pun denganku yang juga pulang ke rumah beberapa hari sebelum keberangkatanmu. Mungkin Tuhan memang tak mengingikan kita untu...

Menjelang Delapan Bulan

Beberapa hari lagi tepat delapan bulan beliau mulai terbaring di tempat tidur. Delapan bulan makanan masuk ke dalam tubuhnya melalui slang sepanjag tujuh puluh lima senti. Menjelang delapan bulan sejak dering ponselku berbunyi kala senja itu ditengah hujan deras. Tak ada yang tahu akan berapa lama ini terjadi, Pun tak ada yang mengingingkan ini terjadi, itu yang selalu aku tanamkan pada diriku. Hari-hari itu seolah begitu lama dan seakan pagi enggan datang lagi. Semua menanti dengan cemas, Begitupun denganku, berharap pagi datang dengan sebuah keajaiban. Pun hingga saat ini (mungkin) aku masih tetap berharap itu. Tak ada yang tahu ini akan sampai berapa lama lagi Tubuhnya kian hari kian kuru Menyisakan tulang dan kulit Kian hari kian tak tega ku melihatnya Raga dan jiwanya lah yang telah membuatku sampai di sini Untukmu, semoga lekas sembuh