Postingan

Menampilkan postingan dengan label Realita

Pacaran

Orang pacaran itu belum tentu buat nikah atau dijadiin calon suami/istri. Terkadang mereka mencari seseorang yang bisa diajak buat berbagi keluh kesah, saling menyemangati, ataupun tempat untuk bersandar. Ada sebuah kalimat yg mungkin sering di dengar,  'pacaran sama siapa, nikahnya sama siapa'. Jadi yg sekarang menjadi pacarmu itu belum tentu bakal menjadi teman dipelaminanmu

Jogja Mulai Macet

Gambar
Musim liburan masih belum berakhir pada saat ini. Ujian mandiri sebagai jalur seleksi terakhir di UGM diselenggarakan hari ini. Biasanya gedung-gedung dilingkungan UGM digunakan untuk seleksi klaster Saintek, Medika, dan Agro, sedangkan klaster Soshum umumnya dilangsungkan di luar kampus UGM namun masih dalam lingkup Jogja. Pagi ini aku berniat ke pasar minggu yang ada di sekitaran UGM. Akan tetapi saat aku sampai di dekat lokasinya kok malah sepi dan tidak ada tanda-tanda terdapat pasar minggu. Setelah aku mencari informasinya di Twitter memang hari ini pasar minggu ditiadakan. Singkat cerita aku akhirnya ke kos seorang kawan hingga jam satu siang lebih. Saat akan menuju pemberhentian Trans Jogja yang terdekat, betapa aku terkejut melihat jalan raya di depan gang. Antrian kendaraan di simpang empat sungguh padat. Mobil dan motor masih dapat melewati lampu merah meski dengan kecepatan yang rendah. Saat aku sudah di dalam Trans Jogja, apa yang terjadi? Trans Jogja yang a...

Kritik Pengguna Bahasa Tulis

Sungguh gila. Aku menemukan dua dokumen yang dapat dikatakan resmi. Namun, aku merasa janggal saat membaca kata-kata yang ada di dalamnya. Sungguh bukan karena aku lebih ahli/lebih pintar, akan tetapi kata demi kata tersebut terasa janggal maknanya. Masukan yg diberikan guna memperbaikinya sering kali juga tidak berguna, karena si pemberi masukan sangat mungkin tidak di dengar. Bahasa terbagi menjadi bahasa lisan dan tulis. Ketila bahasa lisan kurang mampu bertahan secara lama (karena terbatasnya waktu) maka dibuatlah sebuah dokumen atau bahasa tulis guna mengganti bahasa lisan tersebut. Dimana bahasa tulis ini nantinya akan menjadi sebuah bukti yg bertahan cukup lama. Apabila sebuah bukti tersebut dibuat secara tidak lugas, tidak efisien serta janggal, dan membuat kesalahan apakah bukti tersebut masih dapat diakui keasliannya. Ah, sungguh mirisnya bahasaku, kau dipelajari tapi sering tidak digunakan dengan baik.

Kabar itu

Sore itu Jogja sedang diguyur hujan yang sangat deras. Awan hitam sudah menggantung sejak beberapa jam sebelumnya. Antara niat untuk pergi berbelanja dan tidak, lalu akhirnya ku putuskan untuk pergi juga bersama seorang kawan. Hujan cukup deras menahan kami untuk bergegas pulang. Sampai akhirnya menjelang adzan magrib kami baru memutuskan untuk pulang, ditemani rintik hujan yang sudah mulai berkurang. Ku masak bahan-bahan yang aku beli tadi. Belum sampai matang semua bahan yang aku masak, bunyi ponsel terdengar nyaring. Entah apa yang mendorongku untuk membawa ponsel ke dapur sore itu. Padahal aku tidak biasa membawa ponsel ke dapur. Sejak pertama aku menginjakkan kaki di kota ini sudah aku persiapan jika suatu saat harus mendapat telfon seperti ini. Ya, sejak empat tahun yang lalu aku sudah sangat siap ketika harus mendapat kabar yang memintaku untuk pulang secara mendadak. Hujan masih turun setelah aku menyelesaikan telfon yang aku terima. Segera aku selesaikan memasakku ...