Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

Kata ‘Saya’ dan ‘Aku’

Beberapa tulisan terakhir saya di blog ini mungkin ada yang saya menggunakan kata ‘aku’ dan mungin beberapa ada yang menggunakan kata ‘saya’. Secara berlahan saya ingin konsisten untuk menggunakan kata ‘saya’. Melalui blog ini saya ingin belajar untuk membuat bahasa tulis yang formal tapi tidak kaku. Hal itu terinspirasi dari beberapa tulisan yang dibuat oleh Fiersa Besari ataupun beberapa penulis lain yang karyanya sempat saya baca. Fiersa Besari meskipun hanya menulis di media sosial tetapi tetap memiliki gaya bahasa yang formal. Dia sempat membahasnya di InstaStory beberapa saat yang lalu. Kenapa saya memilih belajar pembiasaan tersebut di sini? Sebab dalam keseharian lingkungan saya lebih banyak menggunakan kata ‘aku’. Saya besar dan tinggal hingga saat ini di lingkungan Jawa, sehingga hal itu menjadi wajar. Akan tetapi ketika saya berkunjung ke luar Pulau Jawa, terkadang saya menjadi sedikit merasa tidak nyaman ketika berbicara menggunakan kata ‘aku’. Entah kenapa ada s...

Cerita yang(ter)lupa(kan)

Malam telah semakin larut Dan ini telah sampai pada bulan keempat diparuh kedua Harusnya ku menuliskan tentangmu jauh dua bulan yang lalu Kemanakah aku saat itu? Entahlah, ku lupa atau sengaja lupa Ku sibuk atau menyibukan diri -- Teruntuk seseorang yang ku kenal saat kami perpindah ruang tes (hampir) tiga tahun yang lalu Entah apa yang membuatku nyaman untuk berada di dekatmu Seorang kawan yang ku kunjungi pertama kali saat itu Penampilanmu saat itu ternyata tak dapat menggambarkanmu yang nyata Sampai akhirnya aku melihatmu yang 'gila' akan adanya -- Waktu berjalan, kamu menjadi salah satu orang yang ku percaya untuk mendengar keluh kesahku Kamu adalah pendengar yang baik Dulu, dulu, kami sangat sering menghabiskan waktu bersama Mungkin aku seperti anak ayammu, selalu mengikutimu kemana pun kamu pergi Seolah takut untuk sendiri -- Namun, waktu juga yang mengajariku untuk berjarak denganmu Waktu dan keadaan membuatku harus memiliki jarak d...

Vas Ember

Gambar
Dia berkata jika bunganya sudah tidak indah lagi. Tak ada vas indah yang dapat menampung bunga itu, hanya ember (kaleng) warna abu-abu itu. Sudah dua kali ku saksikan ember itu berubah menjadi vas dadakan. 

Dua orang berbeda

Perbedaan itu nyata ada diantara dua orang manusia yang tumbuh dan berkembang di dua lingkungan berbeda. Lalu pada suatu ketika mereka dipertemukan. Perbedaan tersebut kian nyata adanya. Hanya ada dua pilihan bertahan atau melepaskan? Ketika bertahan ada salah satu diantara kedua itu yang harus merelakan segala egoismenya. Seperti sedang merendahkan diri pada seseorang, tetapi dia tidak sedang meminta sesuatu. Ketika melepaskan, sosok tersebut seperti seorang pecundang yang tidak berani menjalani kenyataan yang ada. Sosok itu seolah terjebak pada ketakutan dari masa lalu. Ketakutan yang terus dia pupuk dalam bayang-bayang pesimistis. Bukan, bukan, bukan. Bukan sosok itu tidak ingin lepas dari ketakutan yang ada. Akan tetapi dia belum menemukan cara untuk membantunya lepas dari ketakutan yang ada. Pada hujan di suatu Sore, pukul 16.56.

Sepenggal kisah dari buku Sai Rai

Gambar
Tulisan ini lebih dulu diposting pada aku instagram saya ”Sudah kubilang di sini benda-benda seperti itu sama sekali tak bermakna. Ini adalah area hutan adat, sangat dikeramatkan. Karena kau belum mminta izin sewaktu ke sini jadi kau belum diterima secara adat. Semua yang kelihatan maupun tidak kelihatan, menganggap kau orang asing. Dan segala yang asing di tempat ini adalah nihil.” . Kau menekan-nekan lagi kamera itu seperti tak percaya dan ketidakpercayaan itu berakhir pada titik yang sama sekali kosong. Kau membayangkan rupa para bidadari yang kau temui kemarin dan benar saja semuanya nihil dalam benda modernmu itu. Kau menggigit bibir, jadi murung yang bergantung-gantung di kantong matamu. . “Tapi, aku bertemu empat orang kampung sebelum tiba di danau kemarin sore. Aku sudah beri tahu mereka.” . “Kau harus paham. Kemarin adalah hari pantang bagi kami untuk beraktivitas di kebun. Ada saatnya roh alam berkeliling hutan dan kebun untuk memberi kesuburan dan kelimpah...