Postingan

Menampilkan postingan dengan label Antropologi Budaya

Kata ‘Saya’ dan ‘Aku’

Beberapa tulisan terakhir saya di blog ini mungkin ada yang saya menggunakan kata ‘aku’ dan mungin beberapa ada yang menggunakan kata ‘saya’. Secara berlahan saya ingin konsisten untuk menggunakan kata ‘saya’. Melalui blog ini saya ingin belajar untuk membuat bahasa tulis yang formal tapi tidak kaku. Hal itu terinspirasi dari beberapa tulisan yang dibuat oleh Fiersa Besari ataupun beberapa penulis lain yang karyanya sempat saya baca. Fiersa Besari meskipun hanya menulis di media sosial tetapi tetap memiliki gaya bahasa yang formal. Dia sempat membahasnya di InstaStory beberapa saat yang lalu. Kenapa saya memilih belajar pembiasaan tersebut di sini? Sebab dalam keseharian lingkungan saya lebih banyak menggunakan kata ‘aku’. Saya besar dan tinggal hingga saat ini di lingkungan Jawa, sehingga hal itu menjadi wajar. Akan tetapi ketika saya berkunjung ke luar Pulau Jawa, terkadang saya menjadi sedikit merasa tidak nyaman ketika berbicara menggunakan kata ‘aku’. Entah kenapa ada s...

Vas Ember

Gambar
Dia berkata jika bunganya sudah tidak indah lagi. Tak ada vas indah yang dapat menampung bunga itu, hanya ember (kaleng) warna abu-abu itu. Sudah dua kali ku saksikan ember itu berubah menjadi vas dadakan. 

Selamat Lapangan (Postingan yg Tertunda)

Gambar
Selamat (ke) lapangan. 1. Semangat nemui dosen dan karyawan FIB UGM, bersahabatlah dengan rerimbunan. 2. Semangat hidup di lingkungan pabrik, jangan lelah menghadapi struktur perusahaan (& birokrasi). 3. Semangat laju Jogja-Kulonprogo,  jangan capek di jalan, tenggang waktu kurang dikit loo 😂, habis itu balik Banjar tak apa. Semangat semuaaaaa 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼 [minjem foto yaaakkk]

Selamat Jalan

Hingar-bingar perayaan akhir tahun sepertinya telah usai. Sejak memasuki bulan terakhir tahun 2017 aku memang tidak memiliki agenda yang pasti untuk merayakan pergantian tahun dimana. Satu hak yang pasti aku hanya ingin melewatinya di kota ini. Entah itu bersama teman atau pun seorang diri di ruangan tiga kali tiga. Agenda yang tidak pasti tersebut membuatku santai saja hingga menjelang penghujung hari-hari terakhir. Sampai pada suatu sore di tanggal 30 Desember 2017 sebuah pesan singkat muncul di salah satu grup obrolan di ponselku. Pesan tersebut datang di dua grup obrolan pada aplikasi yang berbeda. Respon pertama aku berikan di grup dengan anggota yang lebih kecil dahulu. Baru setelahnya aku melihat grup di aplikasi yang lain. Seorang kawan di grup kecil sudah akan aku marahi, hingga akhirnya aku membuka pesan di grup yang lainnya. Inginku tidak mempercayai pesan tersebut, namun benar adanya. Beliau salah seorang dosen di departemen tempatku menimba ilmu dipanggil oleh Tuh...