Postingan

Menampilkan postingan dengan label Semester 7

Sengketa Merek Dagang

 Sengketa Merek Dagang Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Antropologi Hukum Kelas Antropologi Budaya Oleh Immas Putri Agustin 14/363546/SA/17317 Jurusan Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2017

Contoh Permasalahan Sengketa dan Non-Sengketa yang Terjadi di Sumatra Selatan

Oleh : Immas Putri A Sengketa Sengketa merupakan sebuah permasalahan yang menyebabkan adaya korban, dimana korban tersebut kemudian melakukan tuntutan untuk mendapatkan haknya karena mengalami ketidak adilan. Sengketa diawali dengan adanya pra-konflik, lalu berlanjut menjadi konflik. Pada tahap pra-konflik seseorang atau sekelompok orang merasa mengalami ketidak adilan dan keluhan. Pada tahap konflik seseorang atau sekelompok orang tersebut memberitahukan keluhannya kepada pihak yang melanggar haknya. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai kasus sengketa yang terjadi di Palembang. Dalam kasus sengketa ini terjadi antara konsumen (pembeli Dinar Property) dengan pemilik Dinar Poperty. Dinar Property merupakan sebuah PT yang bergerak dalam bidang properti, dimana pemilik dari PT ini mengalami kebangkrutan. Tahap pra-konflik terjadi ketika para konsumen yang telah membayar lunas dan dijanjikan mendapatkan sertifikat hak milik atas tanah rumah yang mereka beli dari pihak properti...

Industri Kreatif di Sumatera Barat : Kendala dan Peluang

Oleh : Immas Putri A Pendahuluan Industri kreatif yang menjadi andalan pemerintah selama beberapa tahun belakangan semakin digalakan pada tingkat yang lebih rendah –provinsi hingga kabupaten–. Pemerintah pusat sebagai penentu kebijakan yang tertinggi memutuskan sektor kreatif sebagai salah satu pendapatan yang menjadi fokus utama sebagai alternatif dari semakin menipisnya SDA yang ada. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo “... kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun ” (seluler.id, 5 Agustus 2015). Sama seperti pada tingkat nasional, pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memiliki sektor-sektor yang menjadi fokus pengembangan industri kreatif. Sumatera Barat memilih sembilan sektor dari enam belas sektor yang dimiliki oleh pemerintah pusat menjadi fokus utama pengembangan industri kreatif ini. Karnalis Kamaruddin, Sekretaris Dinas...

Industri Kreatif, Alternatif Penyokong Perekonomian

Oleh : Immas Putri A “Ekonomi kreatif di Indonesia didominasi oleh tiga subsektor yaitu kuliner, fashion dan kriya” Pendahuluan Ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang mengalami peningkatan secara pesat selama beberapa tahun terakhir. Dalam pendahuluan buku Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, menuliskan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi baru yang diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi nasional. Hal ini tidak lain karena sektor sumber daya alam akan semakin mengalami degradasi setiap tahunnya. Oleh karenanya pada Januari 2015 berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, Presiden Joko Widodo membentuk sebuah lembaga non kementrian baru. Tugas utama dari lembaga non kementerian ini adalah membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasi serta sinkroni...