Postingan

211221

Gambar
(Tulisan ini mungkin akan diedit pada waktu yang akan datang) Dua hari yang lalu kamu memperingati hari lahirmu. Tak ada lilin, tak ada kue, tak ada bepergian atau makan-makan keluarga. Entah kamu akan berterima kasih akan ini atau merengek bertanya-tanya dikemudian hari. Bunda ingin meminta maaf jika selama ini sering membuatmu menjadi media uji coba.  Akan aku simpan di sini beberapa fotomu dari setiap bulannya.  Desember 2020 Januari 2021 Agustus 2021 Desember 2021

Sudah di Penghujung Tahun (Lagi)

Gambar
Bersamamu seperti belajar menulis esai. Tidak ada yang benar dalam sebuah esai, sebab semua memiliki cara pandang yang subjektif. Bagiku benar, belum tentu untukmu. Dari sudut padang mana kita akan melihat, sebab itu nanti akan mempengaruhi hasil. Banyak dinamika yang dapat dibahas, sehingga tak akan pernah usai proses belajar ini. 

Sedikit Kilas Balik

Gambar
Circa 6 tahun yang lalu saat Davit menjemput ke rumah untuk ke Brak 4 (re: papat). Bukan untuk kencan, tapi menunggu kawan-kawan turun dari puncak. Setelah menikah candaan 'kenapa gak dari dulu (saat itu) aja ya kita pacaran.' Aku pun sering kali menimpali dengan bercanda juga, 'kalau pun iya waktu itu pacaran, belum tentu kita akan berada di titik ini, saat ini.' Semesta sedang memberi tempaan sedikit lebih lama untuk kami berdua pada saat itu. Memberi kesempatan kepada kami untuk bertumbuh dan bertemu kembali pada saat yang tepat. Saat itu kamera ponsel belum secanggih saat ini dan kualitas yang masih rendah. Tak ada foto kami berdua, hanya swafotoku. Demi memastikan ingatanku akan perjalanan saat itu, aku mencari berbagai folder yang berisi foto-foto, berharap menemukan wajah kami berdua dalam satu bingkai. Namun apalah daya, tak ku temukan. Demi memuaskan keinginanku, ku ajak kamu ke sana kembali. Sembari melatih tubuh ini untuk berjalan kaki. Akan tetapi kabut tipi...

Perempuan Dalam Pengungkapan Perasaan

Perempuan Dalam Pengungkapan Perasaan : Analisis Kritik Sastra Feminis Dalam Novel Perahu Kertas Dosen Pengampu : Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum.  Oleh : Immas Putri Agustin 14/363546/SA/17317 Mata Kuliah Sastra Populer Jurusan Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2015

Sinopsis Impresi Novel Perahu Kertas

Oleh : Immas Putri Sinopsis Perahu Kertas Perahu Kertas merupakan sebuah novel karya Dewi Lestari atau yang biasa kita kenal dengan nama pena Dee. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2009. Kisah ini berawal dari kepindahan Kugy dari Jakarta ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan. Di Bandung dia tinggal bersama salah satu sahabatnya yang bernama Noni pada tempat kos yang sama. Kisah percintaan baru mulai muncul saat Kugy bertemu dengan Keenan. Saat Itu Kugy diajak oleh Noni untuk menjemput sepupu pacarnya yaitu Keenan di Stasiun. Pacar Noni sendiri bernama Eko.  Kugy dan Keenan semakin dekat setelah pertemuan pertama mereka di stasiun. Hal itu tidak lain karena Noni dan Eko yang sering mengajak mereka untuk pergi bersama. Setelah mereka cukup dekat, Kugy dan Keenan tidak jarang pergi berdua. Selain itu banyaknya kesamaan diantara mereka juga membuat nyaman satu sama lain. Hingga akhirnya mereka saling menyukai, namun belum dapat mengungkapkan. Hingga sebuah perma...

Ringkasan dan Komentar Sexuality, morality and the female role: observations on recent Indonesian women’s literature

Oleh : Immas Putri  Ringkasan dan Komentar Singkat Mengenai Artikel Sexuality, morality and the female role: observations on recent Indonesian women’s literature Penulis Monika Arnez dan Cahyaningrum Dewojati Seperti yang sudah banyak kita ketahui bahwa pada masa Orde Baru terdapat banyak pelarangan terhadap penerbitan, begitupun dengan karya sastra yang dekat sekali dengan media publikasi. Penulis-penulis banyak yang mengalami pengekangan dalam karyanya. Dalam artikel yang berjudul Sexuality, morality and the female role: observations on recent Indonesian women’s literature yang ditulis oleh Monika Arnez dan Cahyaningrum Dewojati ini ingin menunjukan salah bagian dari perkembangan kepenulisan di Indonesia pasca Orde Baru, terutama kepenulisan perempuan (sastrawati). Pada artikel ini setidaknya terdapat empat orang sastrawan yang ditampilkan diantaranya Ayu Utami dengan karya Saman , Djenar Maesa Ayu dengan karya Menyusu ayah, Helvy Tiana Rosa dengan karya Jaring-...

Budaya Populer

Oleh : Immas Putri   Budaya Populer menurut saya adalah budaya yang banyak dikenal oleh masyarakat luas pada suatu masa tertentu. Budaya popular ini memiliki sifat sederhana yang banyak digemari oleh masyarakat banyak. Budaya popular ini mengikuti perkembangan industrialisasi dan urbanisasi sehingga dapat dijual dan diproduksi secara luas yang mana dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.  Sastra Populer merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari budaya populer. Sastra populer ini identik dengan sastra yang ringan, sederhana, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mudah untuk dipahami oleh para penikmatnya. Sehingga sastra populer ini dapat dinimkati oleh semua kalangan dan umumnya yang menjadi sasaran utama atau yang banyak menyukai sastra ini adalah kalangan remaja ataupun orang-orang yang berada pada tahap dewasa awal.